Wednesday, September 1, 2010

"Cinta Segitiga"

Saya dan istri, Chiko Simanjuntak, mendapat pelajaran penting dari mengikuti weekend pasutri yang diselenggarakan oleh GKI Kebayoran Baru. Selama tiga hari, kami dan enam belas pasutri lainnya terisolasi dari keriuhan dunia luar dan rutinitas kami masing-masing. Selama tiga hari itu perhatian setiap suami dan setiap istri tidak ada lain selain ke pasangannya masing-masing. Dan memang itulah ide sentralnya, yaitu 'fokus kepada pasangan'. Menjelang sesi akhir, kami mendapat kekuatan baru yang kami betul-betul perlukan untuk memulihkan relasi suami-istri kami yang sedang terganggu sekali pada waktu itu. Melalui penjelasan pengantar oleh pendeta terlebih dahulu yang kemudian disusul dengan sharing oleh pasutri yang anggota tim sharing, kami mendapat kekuatan baru ketika dijelaskan bahwa bagaimana bible menghendaki di dalam setiap hidup pernikahan ada sebuah relasi yang digambarkan sebagai relasi segitiga, yaitu saya, pasangan saya dan Tuhan, Allah Bapa di surga. Tidak mungkin relasi saya dengan istri saya baik, di mana relasi saya dengan Tuhan Allah tidak baik. Sehingga tidak mungkin saya dapat katakan bahwa saya memiliki relasi yang baik dengan Tuhan Allah, sementara saya tidak berelasi dengan baik dengan istri saya, Chiko. Ini sebuah kebenaran yang sebenarnya sudah diperdengarkan kepada kami dalam berbagai kesempatan, baik lewat khotbah, bible, maupun dari buku-buku kristen yang kami baca. Pikir saya, bila kami tidak terisolasi seperti ini, kami akan terus mengira bahwa kami sudah mengamalkan kebenaran tersebut dan tentunya terus mengira bahwa pasangan kamilah yang menjadi masalah. Buat kami dan keenambelas pasutri lain, ternyata dibutuhkan pengisolasian diri seperti weekend pasutri ini, agar kesungguhan dan perhatian penuh untuk menyelami relasi cinta segitiga ini benar-benar terjadi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi berkat buat yang membaca blog saya. God bless you.