Tulisan di bawah ini dimaksudkan semata-mata agar dapat di-link sebagai posting di sebuah grup Facebook, yaitu Tambunan on Facebook di mana saya diminta oleh admin-nya sebagai kontributor.
Horas!
Pada tanggal 10 Desember 2008, 11:55am (Jakarta time) yang lalu, bekerja sama dengan admin grup Tambunan on Facebook, kami mengirim sebuah message ke semua anggota grup perihal survey bertajuk ’adat batak’. Sebenarnya, ini bukan kali yang pertama Tambunan on Facebook mengetengahkan topik diskusi. Ada 2 (dua) topik diskusi sebelumnya di grup ini (anggota grup bisa membacanya di halaman grup ini), namun belum berhasil mendapat respon seperti yang diharapkan.
Dalam bentuknya yang sengaja dibuat sesederhana mungkin, survey ini dimaksudkan semata-mata untuk bahan diskusi semua anggota grup, dengan harapan dapat berlanjut menjadi diskusi yang lebih mendalam atau sekaligus mendorong inisiatif untuk topik diskusi lainnya dari anggota grup.
Pertanyaan yang dikirimkan kali ini adalah sebagai berikut:
Please read. Just take max 3 minutes.
Misal, sebuah survey yang dilakukan 20 tahun dari sekarang menunjukkan bahwa, dari 100 orang batak hanya 1 yang masih bisa bicara dalam bahasa batak dan mengerti adat batak. Menurut kamu, bagaimana urutan dari A, B, C, D di bawah yang paling bertanggung jawab atas situasi hipotetikal ini?
A. Organisasi marga (punguan)
B. Orang tua kita sekarang
C. organisasi gereja batak seperti HKBP, HKI
D. Saya
(Contoh: ADCB, DCBA, dsb....)
Atas sebuah usul, ketimbang hanya posting topik diskusi di halaman grup Tambunan on Facebook, maka topik ini juga dikirimkan langsung ke masing-masing anggota melalui fasilitas message all members. Cara ini membuahkan hasil.
Dari 124 orang yang terdaftar sebagai anggota Tambunan on Facebook, diperoleh 21 anggota atau sekitar 17% nya yang menyumbangkan pendapat. Sebuah hasil yang tidak jelek untuk first trial.
Dari 21 respon yang masuk, sebanyak 52% responden mengakui bahwa diri mereka sendiri lah (SAYA) di urutan PERTAMA yang paling bertanggung jawab atas hasil survey hipotetikal tersebut.
Sementara itu, ORANG TUA ditempatkan mereka di urutan KE DUA yang paling bertanggung jawab, yaitu oleh sebanyak 57% responden. Disusul ORGANISASI MARGA yang dipilih oleh 62% responden sebagai yang paling bertanggung jawab urutan KE TIGA. Akhirnya, ORGANISASI HKBP dipilih untuk menempati urutan terakhir (KE EMPAT) sebagai yang paling bertanggung jawab, yaitu oleh sebanyak 62% responden.
Walapun 33% responden menganggap ORGANISASI HKBP sebagai yang paling bertanggung jawab urutan KE TIGA, namun tidak seorangpun menempatkan ORGANSASI HKBP sebagai yang paling bertanggung jawab di urutan PERTAMA maupun KE DUA.
Hasil survey ini sedikit terganggu dengan adanya sebuah respon yang tidak menjawab dalam urutan seperti yang diminta. Yang bersangkutan hanya memilih satu di antara empat pilihan. Ini bisa saja diartikan bahwa yang bersangkutan sama sekali tidak melihat tiga pilihan lainnya ada sangkut paut dengan situasi hipotetikal tersebut. Namun demikian, bisa juga diartikan, yang bersangkutan memiliki keterbatasan pengetahuan untuk memperkirakan apakah tiga pilihan lainnya bisa memberikan pengaruh terhadap hasil survey hipotetikal yang diketengahkan di atas.
Apakah anggota grup Tambunan on Facebook lainnya juga berpendapat sama dengan hasil survey ini?
No comments:
Post a Comment